HALLOUPDATE.COM – Yenny Wahid, putri mendiang Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengatakan bahwa ibunya, Sinta Nuriyah, memberikan restu dan mendoakan bakal calon presiden (bacapres) 2024 Prabowo Subianto.
Hal itu diungkapkannya di saat pertemuan dengan Prabowo Subianto di Kertanegara Jakarta Selatan pada Rabu, 6 September 2023.
“Bukan cuma restu, didoakan lho,” kata Yenny Wahid seraya tersenyum menjawab pertanyaan media soal restu Sinta Nuriyah ke Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Ini Penjelasan Kasubag TU Kantah Kabupaten Bogor I Terkait Berkas yang Diduga Hilang
Bongkar Skandal Korupsi BRI, KPK Sita Rp28 Miliar dari 7 Lokasi!
Khalid Basalamah dan Uhud Tour Masuk Radar KPK Kasus Kuota Haji

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, Yenny Wahid tidak menjelaskan doa maupun restu apa yang dimaksud.
Begitupun dengan Sinta Nuriyah, yang hanya melontarkan senyum ketika ditanya soal putrinya jika dipasangkan sebagai calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto.
Baca artikel lainnya di sini: Prabowo Subianto Sebut 3 Nama Cawapres yang Menurutnya Mewakili Kaum Muda, Termasuk Ridwan Kamil
Baca Juga:
Lewotobi Meletus 5 Kali dalam 6 Jam, Abu Tebal Kepung Flotim
Jasa Siaran Pers Persriliscom Melayani Publikasi ke Lebih dari 150 Media Online Berbagai Segmentasi
Momen pertemuan ketiganya berlangsung hangat dan akrab.
Bahkan, Sinta Nuriyah sempat memanggil Menteri Pertahanan itu dengan sebutan akrab ‘Wowo’.
Usai pertemuan, Prabowo Subianto mengungkapkan kunjungan Sinta ke rumahnya tidak direncanakan.
Prabowo Subianto lalu mengenang kedekatannya dengan Keluarga Gus Dur yang telah berlangsung lama, sejak ia masih remaja.
Baca Juga:
Sekjan Golkar Bantah Isu Keretakan Prabowo – Gibran, Golkar Serahkan Reshuffle Menteri pada Presiden
Kasus Intimidasi Mahasiswa UII: Puan Maharani Minta Pertanggungjawaban
Penggeledahan Mendadak di Kantor Kemenaker, Dugaan Suap Terkait Tenaga Kerja Asing Terkuak
“Sore hari ini saya dapat kehormatan kunjungan Yenny Wahid ternyata dadakan ibunya hadir.”
“Hubungan saya cukup lama dengan keluarga Gus Dur. Puluhan tahun, sebelum, sejak saya remaja sekarang ‘agak’ remaja,” kata Prabowo Subianto sambil tertawa.***