KEMENTERIAN Pertanian Indonesia melaporkan hasil uji laboratorium terhadap sejumlah merek beras produksi PT Food Station Tjipinang Jaya menunjukkan kualitas beras premium di bawah standar nasional.
Pengujian dilakukan pada sampel beras dari merek seperti Alfamidi Setra Pulen dan Setra Ramos di lima laboratorium berbeda yang telah terakreditasi untuk memastikan validitas data.
Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan Moch Arief Cahyono, hasil uji menunjukkan beras yang dijual sebagai premium tidak memenuhi syarat mutu premium sebagaimana Peraturan Menteri Pertanian Nomor 31 Tahun 2017.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Kwik Kian Gie, Intelektual Ekonomi yang Tak Pernah Tunduk pada Kekuasaan
Indonesia–AS Sepakat Turunkan Tarif & Tingkatkan Perdagangan Energi dan Boeing
Indonesia Dorong Produksi Sorgum untuk Atasi Ketergantungan Beras

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Seluruh hasil pengujian sudah ada di tangan Satgas Pangan Mabes Polri dan sedang dianalisis lebih lanjut,” kata Arief, Kamis (17/7/2025).
Hasil temuan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara label premium yang dijual dengan karakteristik fisik dan kimia beras yang seharusnya memenuhi kadar patah, butir kepala, dan derajat sosoh tertentu.
Harga Jual Melebihi Batas, Konsumen Hadapi Risiko Beban Biaya Lebih Tinggi
Selain mutu yang tidak sesuai standar, hasil temuan lapangan menunjukkan harga beras yang dijual Food Station berada di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Baca Juga:
Kerja Sama Pertanian Indonesia-Palestina Disepakati di Tengah Krisis Kemanusiaan
BRI Tegaskan Layanan Stabil di Tengah Investigasi Kasus EDC oleh KPK
RUPST Phapros 2025 Tak Ubah Direksi, Fokus Efisiensi dan Tata Kelola
HET untuk beras premium saat ini berdasarkan Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 7 Tahun 2024 adalah Rp13.900 per kilogram untuk wilayah Jabodetabek, namun beras premium oplosan di pasar dijual antara Rp14.500 hingga Rp15.000 per kilogram.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan produksi beras nasional pada periode Januari–Agustus 2025 mencapai 24,97 juta ton, naik 14,09% dari periode yang sama tahun lalu sebesar 21,88 juta ton.
“Dengan produksi tinggi dan stok cukup, tidak ada alasan harga naik di atas HET,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dikutip dari siaran pers Kementan.
Sulaiman juga mengingatkan bahwa praktik pengoplosan beras medium dan premium yang kemudian dijual dengan harga premium merupakan pelanggaran terhadap prinsip perdagangan yang adil dan merugikan konsumen.
Baca Juga:
Panen Naik 15 Persen, Wamentan Ungkap Jurus Swasembada ala Prabowo
Tambang Nikel Kontrak Karya Masuk Geopark? PT GAG Nikel Dihentikan, Empat Izin Lain Dicabut
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Tanggapi Tuduhan Kartel Bunga Pinjaman
Dugaan Keterlibatan Oknum Anggota DPRD dalam Pesanan Beras Oplosan
Kementerian Pertanian juga mencatat adanya informasi dari pedagang beras di Pasar Induk Cipinang mengenai pesanan 10 ton beras dari salah satu anggota DPRD DKI Jakarta.
Beras tersebut dikemas dalam 2.000 karung lima kilogram berisi campuran berbagai jenis beras yang dikenal di pasar sebagai “oplosan,” sebuah praktik yang menurut pedagang sudah lama terjadi untuk menekan biaya.
Seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengatakan kepada media, “Beras campuran ini dijual dengan harga premium karena margin keuntungan lebih besar,” dikutip dari laporan media.
Menteri Pertanian menyatakan pihaknya tidak akan mentolerir praktik curang semacam ini.
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.
Ia menegaskan, “Jangan permainkan rakyat dengan manipulasi kualitas dan harga beras. Ini menyangkut kebutuhan pokok.”
Satgas Pangan Pastikan Investigasi Berlanjut dan Penegakan Hukum Konsisten
Satgas Pangan Polri menyatakan telah mengumpulkan seluruh hasil pengujian dan temuan lapangan untuk ditindaklanjuti secara hukum, namun belum merinci apakah sudah ada penetapan tersangka dalam kasus ini.
Menurut Arief, “Jika PT Food Station membutuhkan salinan data hasil laboratorium, silakan menghubungi Satgas Pangan Mabes Polri,” ujarnya seperti dilansir Kementan.
Pemerintah, melalui koordinasi antara Kementerian Pertanian, Satgas Pangan, Bareskrim Polri, dan otoritas terkait lainnya, menyatakan komitmen menjaga harga beras tetap stabil dan sesuai kualitas yang dijanjikan pada konsumen.
Arief menambahkan, perbaikan mutu beras dan kepatuhan pada HET lebih penting daripada sekadar menyanggah isu di media, karena distribusi pangan yang adil dan berkualitas adalah prioritas utama pemerintah.
Implikasi Pasar dan Prospek Harga Beras ke Depan Tetap Dipantau
Dengan produksi nasional yang meningkat, surplus stok beras diperkirakan memberi tekanan pada harga di pasar dalam beberapa bulan mendatang, namun risiko inflasi pangan tetap perlu diantisipasi.
Berdasarkan data BPS, indeks harga konsumen untuk kelompok bahan makanan masih mencatat kenaikan 1,2% pada Juni 2025 dibanding bulan sebelumnya, sebagian disumbang oleh kenaikan harga beras premium.
Intervensi penegakan hukum penting untuk memberi sinyal ke pasar bahwa pemerintah serius menjaga stabilitas harga pangan.
Pemerintah menyatakan akan terus memantau pergerakan harga di tingkat grosir dan eceran, sekaligus memastikan distribusi logistik dari gudang Bulog berjalan lancar untuk menekan spekulasi harga.***
Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infoemiten.com dan Panganpost.com.
Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Infoseru.com dan Poinnews.com.
Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Jatengraya.com dan Hallobandung.com.
Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.
Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.
Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com
Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.
Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.
Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.
Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center