“AI-Native”, Lebih dari Sekadar Konsep: openKylin Paparkan Visi di FOSSASIA

- Pewarta

Senin, 16 Maret 2026 - 05:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEIJING, 16 Maret 2026 /PRNewswire/ — Di ajang FOSSASIA Summit 2026 yang baru saja digelar di Bangkok, Thailand, pengembang dan komunitas open source dari seluruh Asia dan wilayah lain berdiskusi tentang perkembangan terbaru dalam teknologi terbuka. Komunitas sistem operasi open source asal Tiongkok, openKylin, turut berpartisipasi di acara ini melalui sejumlah sesi presentasi teknis, serta stan pameran interaktif yang menampilkan inovasi terbaru dalam integrasi kecerdasan buatan (AI) dengan arsitektur sistem operasi.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.


ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Arsitektur AI-Native: Menata ulang Kemampuan Inti Sistem Operasi

Seiring semakin matangnya teknologi large language model dan AI multimodal, sistem operasi kini berkembang dari sekadar platform pengelola sumber daya menjadi sistem cerdas yang mampu memahami serta membantu pengguna. Melalui openKylin 2.0, komunitas openKylin mengeksplorasi perubahan ini dengan pendekatan AI menyeluruh (full-stack AI) dengan tujuan membangun sistem operasi AI-native untuk era komputasi cerdas.


Dalam konferensi tersebut, tim teknis openKylin memperkenalkan arsitektur subsistem AI berbasiskan Linux yang tengah dikembangkan. Dalam desain ini, AI diposisikan sebagai kemampuan inti sistem operasi, bukan sekadar fitur tambahan pada jenjang aplikasi. Dengan pendekatan tersebut, layanan cerdas menjadi terpadu untuk aplikasi maupun komponen sistem.

Desain Tiga Jenjang yang Mempermudah Pengembangan AI

Untuk mengatasi tantangan seperti beragam platform perangkat keras, kerangka kerja model yang terfragmentasi, serta proses integrasi yang kompleks, openKylin mengusulkan arsitektur tiga jenjang yang terdiri atas: Unified Inference Framework, AI Runtime, dan AI SDK. Struktur ini memisahkan hubungan antara model dan perangkat keras, serta antara aplikasi dan model. Dengan demikian, pengembang dapat membuat aplikasi AI tanpa harus menangani kompleksitas infrastruktur dasar.

Kolaborasi Perangkat dan Komputasi Awan dengan Perlindungan Privasi

Subsistem ini juga mendukung inferensi hibrida antara perangkat dan komputasi awan. Melalui modul AI Engine, proses komputasi dapat berjalan secara dinamis di perangkat lokal atau komputasi awan, bergantung pada ketersediaan sumber daya komputasi, kondisi jaringan, serta kebutuhan privasi — menjamin performa sekaligus proteksi data.

Dari "AI pada Sistem Operasi" menjadi "AI untuk Sistem Operasi"

Ke depan, openKylin mendorong pergeseran konsep dari "AI pada Sistem Operasi" menjadi "AI untuk Sistem Operasi", yaitu integrasi yang lebih mendalam antara AI dan sistem operasi. openKylin juga mengeksplorasi berbagai teknologi baru, termasuk kolaborasi multi-agen, model AI ringan untuk perangkat, serta antarmuka AI di tingkat sistem.

Melalui presentasi, demo teknologi, serta interaksi dengan pengunjung di FOSSASIA, openKylin menunjukkan ambisinya untuk berkontribusi dalam evolusi global sistem operasi open source berbasiskan AI-native. Informasi lebih lanjut mengenai distribusi openKylin juga tersedia di DistroWatch.

Berita Terkait

Satu Perjalanan, Dua Pengalaman: Berobat Dan Berwisata Di Selangor
3C Bergabung dengan Datalec untuk Membentuk Platform Layanan Pendinginan Cair dan Layanan Pusat Data dengan Pendapatan Lebih dari US$400 Juta
Pemilik Rumah di Indonesia Kini Dapat Mengonfigurasi Homelift Otis dan Mendapatkan Estimasi Harga Secara Online
Net5.5G Intelligent IP Network Summit Soroti Pentingnya Jaringan IP yang Aman dan Tangguh untuk Mendorong Pertumbuhan di Era AI
Grup Perhotelan Uzbekistan TEG Rampungkan Penggabungan Usaha di AS
Semangat Guan Gong Satukan Generasi Muda di Berbagai Negara
Program Executive MBA di SMU Tembus Peringkat 50 Besar Dunia dalam Daftar yang Dirilis Financial Times
NTL HEALTHCARE Luncurkan Solusi AI On-Premises “CerviCARE® AI AT” secara Global
Berita ini 7 kali dibaca
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Satu Perjalanan, Dua Pengalaman: Berobat Dan Berwisata Di Selangor

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:56 WIB

3C Bergabung dengan Datalec untuk Membentuk Platform Layanan Pendinginan Cair dan Layanan Pusat Data dengan Pendapatan Lebih dari US$400 Juta

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:59 WIB

Pemilik Rumah di Indonesia Kini Dapat Mengonfigurasi Homelift Otis dan Mendapatkan Estimasi Harga Secara Online

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:58 WIB

Net5.5G Intelligent IP Network Summit Soroti Pentingnya Jaringan IP yang Aman dan Tangguh untuk Mendorong Pertumbuhan di Era AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:24 WIB

Grup Perhotelan Uzbekistan TEG Rampungkan Penggabungan Usaha di AS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Program Executive MBA di SMU Tembus Peringkat 50 Besar Dunia dalam Daftar yang Dirilis Financial Times

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:00 WIB

NTL HEALTHCARE Luncurkan Solusi AI On-Premises “CerviCARE® AI AT” secara Global

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:30 WIB

Solusi NG WAN Huawei Kini Siap Digunakan secara Komersial dan Berskala Luas, Dorong Pertumbuhan Operator Telekomunikasi

Berita Terbaru