Platform Stratosfer Sceye Kembali Memasuki Amerika Serikat Setelah Mencetak Rekor Penerbangan Pulang-Pergi di Stratosfer antara AS dan Jepang

- Pewarta

Rabu, 9 September 2026 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perjalanan yang berlangsung selama 30 hari dan menempuh jarak hampir 30.000 km ini mencakup pengoperasian selama satu minggu di stratosfer di atas Jepang. Saat berada di wilayah udara Jepang, Sceye bersama mitranya, SoftBank Corp., berhasil menguji dan memverifikasi konektivitas Direct-to-Device pada perangkat tanpa modifikasi, komunikasi berbasis HAPS dengan drone, serta edge computing dari stratosfer.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

MORIARTY, New Mexico, 10 September 2026 /PRNewswire/ — Sceye, perusahaan kedirgantaraan dan ilmu material asal AS yang mengembangkan High Altitude Platform Systems (HAPS) untuk membangun infrastruktur di stratosfer, hari ini mengumumkan keberhasilan misi Service Test 1 (ST1) kembali ke Amerika Serikat setelah menuntaskan penerbangan lintas Pasifik yang memecahkan rekor, dari New Mexico ke Jepang dan kembali lagi. ST1 memulai penerbangannya pada 9 Agustus 2026 dan tiba di Jepang 13 hari kemudian. Selama beroperasi di Jepang, Sceye mendemonstrasikan konektivitas broadband seluler ke perangkat tanpa modifikasi melalui jaringan inti SoftBank Corp., serta kemampuan edge computing dan komunikasi berbasis HAPS dengan drone untuk mendukung pengembangan jaringan komunikasi 3D.

Sceye’s stratospheric platform, operating as an unmanned free balloon, launched on August 9, 2026, and traversed in the stratosphere from New Mexico to Japan. The flight returned to the U.S. and was completed after a month-long journey.
Sceye’s stratospheric platform, operating as an unmanned free balloon, launched on August 9, 2026, and traversed in the stratosphere from New Mexico to Japan. The flight returned to the U.S. and was completed after a month-long journey.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam perjalanannya, ST1 milik Sceye menempuh jarak hampir 30.000 km dan kembali memasuki wilayah daratan Amerika Serikat pada 4 September 2026. Pada 5 September 2026, ST1 tiba di wilayah udara sekitar kantor pusat Sceye di Moriarty, New Mexico. Sceye kemudian melakukan serangkaian pengujian tambahan pada wahana tersebut sebelum mengakhiri penerbangan dan menurunkannya sesuai rencana.

"Penerbangan ST1 kami bukan hanya sebuah terobosan, tetapi juga mencatat sejarah. Bahkan, itu pun belum cukup untuk menggambarkan pencapaian ini," ujar Mikkel Vestergaard Frandsen, Pendiri dan CEO Sceye. "Misi ini tidak hanya membuktikan bahwa teknologi, sistem wahana, muatan, dan infrastruktur operasional kami siap mendukung layanan konektivitas, tetapi juga menunjukkan bahwa stratosfer akan menjadi fondasi bagi infrastruktur nonterestrial di masa depan. Stratosfer akan menjadi kunci untuk mewujudkan masa depan yang selalu terhubung, termasuk membuka jalan menuju era 6G yang selama ini dinantikan. Jika dipadukan dan dimanfaatkan sesuai keunggulannya masing-masing, infrastruktur di darat, stratosfer, dan antariksa akan membawa umat manusia menuju masa depan yang berbeda."

Dilaksanakan melalui kemitraan dengan SoftBank Corp. (TOKYO: 9434, "SoftBank"), salah satu operator telekomunikasi dan teknologi informasi terkemuka di Jepang dan dunia, ST1 merupakan penerbangan perdana Sceye ke Asia sekaligus menjadi tonggak bersejarah menuju penerapan komersial HAPS sebagai infrastruktur stratosfer. ST1 membawa SceyeCELL, sebuah "menara seluler di langit" yang merupakan terobosan baru, yang dirancang untuk menyediakan broadband seluler area luas langsung ke perangkat standar dari stratosfer. Jika diterapkan dalam skala penuh, satu HAPS Sceye dirancang untuk mencakup wilayah yang setara dengan cakupan sekitar 500 menara terestrial.

Stratosfer merupakan titik strategis yang ideal: Stratosfer cukup dekat dengan Bumi untuk menyediakan konektivitas dan kemampuan observasi berkapasitas tinggi, tetapi berada pada ketinggian yang memungkinkan jangkauan area yang luas. Yang terpenting, stratosfer menawarkan kondisi layaknya luar angkasa tanpa biaya yang mahal untuk beroperasi di luar angkasa maupun berbagai keterbatasan yang ditimbulkan oleh orbit. HAPS milik Sceye mempertahankan ketinggian dan cakupan wilayah operasinya di stratosfer dari siang hingga malam, layaknya satelit geostasioner, tetapi berada 1.800 kali lebih dekat ke Bumi dengan biaya yang jauh lebih rendah.

Misi ST1 Sceye berhasil:

  • Menempuh jarak hampir 30.000 km dari New Mexico ke Jepang dan kembali ke New Mexico dalam perjalanan selama satu bulan
  • Beroperasi di wilayah udara yang dikelola Jepang selama lebih dari 7 hari
  • Tetap berada di sekitar lokasi target di pesisir Jepang dalam waktu yang lama, dengan radius penjagaan posisi hingga hanya 5 km
  • Beroperasi pada ketinggian 16,5 hingga 17 km sambil menjalankan telekomunikasi, komunikasi dengan drone, dan komunikasi darurat
  • Mendemonstrasikan konektivitas broadband seluler dari stratosfer, termasuk untuk mengirim pesan teks, melakukan panggilan suara, mengakses internet, dan streaming video
  • Menguji panggilan darurat menggunakan sistem pesan peringatan yang dirancang untuk bencana berskala besar, serta komunikasi dengan drone
  • Memastikan kinerja komunikasi yang setara dengan jaringan terestrial sekaligus mengurangi interferensi radio dengan stasiun pangkalan di darat.
  • Melalui server yang terpasang pada HAPS, Sceye dan SoftBank memproses data langsung di platform tersebut, dengan waktu respons pemrosesan pulang-pergi rata-rata 68 milidetik, sehingga mengurangi latensi komunikasi lebih dari 40% dibandingkan dengan pemrosesan berbasis cloud melalui internet. Ini merupakan uji coba pertama di dunia yang berhasil memasang jaringan inti seluler dan server web untuk pemrosesan pada HAPS, sehingga pemrosesan respons dapat dilakukan sepenuhnya di dalam HAPS dan hasilnya diteruskan kembali ke ponsel pintar.

ST1 merupakan penerbangan pertama yang dilaksanakan dalam rangkaian Program Service Test Sceye.

Tentang Sceye

Didirikan pada 2014, Sceye (dibaca "sky") adalah perusahaan kedirgantaraan yang berfokus mengembangkan infrastruktur stratosfer untuk menghubungkan masyarakat dan melindungi planet ini. Sceye merupakan pemimpin dalam industri High-Altitude Platform Systems (HAPS), dengan fokus pada konektivitas universal, pemantauan iklim, pengelolaan sumber daya alam, dan pencegahan bencana.

Hubungi:  press@sceye.com

Sceye’s stratospheric platform, operating as an unmanned free balloon, launched on August 9, 2026, and traversed in the stratosphere from New Mexico to Japan. The flight returned to the U.S. and was completed after a month-long journey.
Sceye’s stratospheric platform, operating as an unmanned free balloon, launched on August 9, 2026, and traversed in the stratosphere from New Mexico to Japan. The flight returned to the U.S. and was completed after a month-long journey.

Sceye’s stratospheric platform, operating as an unmanned free balloon, launched on August 9, 2026, and traversed in the stratosphere from New Mexico to Japan. The flight returned to the U.S. and was completed after a month-long journey.
Sceye’s stratospheric platform, operating as an unmanned free balloon, launched on August 9, 2026, and traversed in the stratosphere from New Mexico to Japan. The flight returned to the U.S. and was completed after a month-long journey.

Berita Terkait

Press Release Korporasi Jadi Strategi Bangun Reputasi dan Perluas Jangkauan Informasi Bisnis di Media Digital
TÜV SÜD Luncurkan Global Decarbonisation Centre of Excellence guna Memperkuat Integritas Data Karbon
Aplikasi AI Guanlan: Akurasi Lebih Tinggi, Biaya Lebih Hemat, Interaksi Lebih Cerdas
JADWAL “BIGBANG 2026-2027 WORLD TOUR ” di Hong Kong Resmi Diumumkan
TCL Raih Lebih dari 30 Penghargaan Global di IFA 2026 sebagai Bentuk Pengakuan atas Inovasi Layar, AI, dan Smart Living
K-Medichem asal Korea Kian Gencar Ekspansi Global Lewat Lini Produk Skincare PDRN Derma, Bidik Vietnam, Indonesia, dan Pasar Lain
Casio Hadirkan G-SHOCK dengan Sentuhan Metal Elegan lewat Konstruksi Multi-Komponen
Alliance to End Plastic Waste Merilis Laporan Kemajuan 2025, Menyoroti Kemajuan Tahun Pertama dalam Strategy 2030
Berita ini 0 kali dibaca
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:32 WIB

Platform Stratosfer Sceye Kembali Memasuki Amerika Serikat Setelah Mencetak Rekor Penerbangan Pulang-Pergi di Stratosfer antara AS dan Jepang

Rabu, 9 September 2026 - 15:06 WIB

Press Release Korporasi Jadi Strategi Bangun Reputasi dan Perluas Jangkauan Informasi Bisnis di Media Digital

Rabu, 9 September 2026 - 12:45 WIB

TÜV SÜD Luncurkan Global Decarbonisation Centre of Excellence guna Memperkuat Integritas Data Karbon

Rabu, 9 September 2026 - 02:54 WIB

Aplikasi AI Guanlan: Akurasi Lebih Tinggi, Biaya Lebih Hemat, Interaksi Lebih Cerdas

Rabu, 9 September 2026 - 02:02 WIB

JADWAL “BIGBANG 2026-2027 WORLD TOUR ” di Hong Kong Resmi Diumumkan

Rabu, 9 September 2026 - 01:44 WIB

K-Medichem asal Korea Kian Gencar Ekspansi Global Lewat Lini Produk Skincare PDRN Derma, Bidik Vietnam, Indonesia, dan Pasar Lain

Rabu, 9 September 2026 - 01:15 WIB

Casio Hadirkan G-SHOCK dengan Sentuhan Metal Elegan lewat Konstruksi Multi-Komponen

Rabu, 9 September 2026 - 01:00 WIB

Alliance to End Plastic Waste Merilis Laporan Kemajuan 2025, Menyoroti Kemajuan Tahun Pertama dalam Strategy 2030

Berita Terbaru