TXOne Networks Memperkuat Eksekusi Keamanan TO Melalui Model Skalabel Berbasiskan Kemitraan di Asia Pasifik

- Pewarta

Kamis, 9 April 2026 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINGAPURA, 9 April 2026 /PRNewswire/ — Seiring dengan langkah perusahaan industri di Asia Pasifik dalam mempercepat transformasi digital, konvergensi antara teknologi informasi (TI) dan teknologi operasional (TO) semakin memperluas paparan risiko serangan siber pada infrastruktur vital. Meski visibilitas terhadap risiko meningkat, fokus kini bergeser menuju tahap eksekusi. Pada tahap ini, para perusahaan industri harus mampu menerjemahkan analisis menjadi kinerja bisnis yang terukur tanpa mengganggu kelangsungan operasional.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.


ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

TXOne Networks merespons pergeseran ini dengan menitikberatkan eksekusi operasional, membantu perusahaan industri menurunkan risiko serangan siber sambil menjaga uptime, keselamatan kerja, dan keberlanjutan produksi.

Di Asia Pasifik, hampir setengah perusahaan industri masih menganggap keamanan siber sebagai kendala utama dalam mendorong transformasi digital di lingkungan TO. Tantangan tersebut bukan lagi berkaitan dengan identifikasi risiko, melainkan pada kemampuan memprioritaskan tindakan, menerapkan sistem proteksi secara aman, serta menekan titik rentan tanpa menghambat kelangsungan operasional.

"Risiko serangan siber dalam lingkungan OT kini telah menjadi risiko bisnis—diukur dari downtime, kegagalan produksi, hingga gangguan operasional," ujar Nasser Zayour, Vice President, Global Alliances and Channels, TXOne Networks. "Visibilitas risiko memang meningkat, namun tantangan utama terletak pada eksekusi. Industri memerlukan pendekatan yang berbeda: memadukan solusi keamanan TO yang dirancang khusus dengan ekosistem kemitraan yang kuat agar mampu menghasilkan dampak yang nyata dan konsisten."

Pendekatan TXOne memiliki landasan model operasional yang mengutamakan eksekusi, dengan fokus pada pengurangan risiko secara bertahap dan perlindungan tanpa gangguan (zero disruption). Alih-alih mengganti sistem dengan biaya mahal, TXOne melindungi sistem lama dan sistem yang tidak dapat diperbarui (unpatchable) sehingga memperpanjang siklus pemakaian aset sekaligus meningkatkan daya tahan.

Salah satu keunggulan dari model ini, peran dari jaringan kemitraan. TXOne terus memperkuat ekosistem berbasiskan mitra yang skalabel, melibatkan Integrator Sistem Global, OEM, serta penyedia jasa managed security untuk mendorong eksekusi dalam skala luas.

"Tidak ada satu vendor pun yang mampu menangani kompleksitas lingkungan TO secara mandiri," tambah Zayour. "Peran mitra sangat krusial dalam menerjemahkan strategi menjadi eksekusi, beradaptasi dengan kondisi operasional lokal, serta memastikan hasil keamanan dapat direplikasi di berbagai wilayah dan industri."

Pendekatan berbasiskan kemitraan ini semakin relevan di tengah meningkatnya tekanan regulasi di Asia Pasifik. Sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, dan Australia terus memperketat aturan keamanan siber untuk sektor industri. Regulasi tersebut mendorong adopsi segmentasi, arsitektur berbasiskan zona, serta model perlindungan khusus TO. Hal ini turut mendorong pertumbuhan pesat pasar keamanan siber TO—diproyeksikan mencapai USD 10,82 miliar pada 2033.

Dengan menyelaraskan teknologi, eksekusi, dan ekosistem, TXOne membantu perusahaan industri beralih dari sekadar memahami risiko menuju pengurangan risiko yang terukur, sekaligus memperkuat ketahanan bisnis di tengah kompleksitas lingkungan industri yang terus berkembang.

Untuk membahas pergeseran ini secara lebih lanjut, Nasser Zayour akan tampil dalam diskusi panel di GITEX Asia 2026:

Sesi Diskusi Panel: From Cyber Risk to Business Risk: Making Security Quantifiable, Insurable & Actionable
Lokasi: NXT Stage, Marina Bay Sands, Singapura
Tanggal & Waktu: 9 April 2026, 3:35 PM

Peserta acara juga dapat berkunjung ke booth TXOne Networks di HC-109 untuk mempelajari solusi keamanan siber untuk TO dan ekosistem kemitraannya.

Tentang TXOne Networks

TXOne Networks menawarkan berbagai solusi keamanan siber yang menjaga keandalan, keamanan, dan kesinambungan sistem kendali industri dan teknologi operasional (TO). TXOne Networks menyediakan sistem proteksi jaringan dan endpoint dengan pendekatan pertahanan siber yang dirancang sesuai kebutuhan aktivitas industri. TXOne Networks berkolaborasi dengan pelaku industri manufaktur terkemuka dan operator infrastruktur vital untuk menyusun pendekatan praktis yang mudah diterapkan dalam pertahanan siber.

www.txone.com

2

Berita Terkait

DJI Uji Teknologi Drone di Puncak Tertinggi Dunia, Dorong Terobosan Pengiriman Logistik, Pemetaan, dan Riset Iklim di Ketinggian Ekstrem
Membawa Penggemar Lebih Dekat ke Setiap Momen: Hisense Tingkatkan Pengalaman Menonton FIFA World Cup 2026™ Melalui Inovasi Teknologi Layar TV
World Offshore Week 2026 Satukan Pelaku Industri Energi, Migas Lepas Pantai, dan Maritim Asia di Singapura
53% Pemberi Kerja Kesulitan Menemukan Lulusan yang Siap Menghadapi AI. Studi Baru Petakan Enam Langkah Strategis bagi Indonesia
Cathay FHC Gelar Forum “Climate Finance” Terbesar di Asia, Cetak Rekor Jumlah Peserta, Perkuat Momentum Menuju Transisi Berkelanjutan
Mouser Bahas Masa Depan Robot Humanoid Lewat Episode “Rise of the Robots”
Hisense Hadirkan Pengalaman Menonton FIFA World Cup 2026™ yang Lebih Seru dan Imersif dari Rumah
Dialog Tiongkok-Meksiko Bahas Peran Transportasi Rel dalam Pembangunan Kota dan Kerja sama Kebudayaan yang Berkelanjutan
Berita ini 5 kali dibaca
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 05:28 WIB

DJI Uji Teknologi Drone di Puncak Tertinggi Dunia, Dorong Terobosan Pengiriman Logistik, Pemetaan, dan Riset Iklim di Ketinggian Ekstrem

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:21 WIB

Membawa Penggemar Lebih Dekat ke Setiap Momen: Hisense Tingkatkan Pengalaman Menonton FIFA World Cup 2026™ Melalui Inovasi Teknologi Layar TV

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:03 WIB

World Offshore Week 2026 Satukan Pelaku Industri Energi, Migas Lepas Pantai, dan Maritim Asia di Singapura

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:21 WIB

53% Pemberi Kerja Kesulitan Menemukan Lulusan yang Siap Menghadapi AI. Studi Baru Petakan Enam Langkah Strategis bagi Indonesia

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:21 WIB

Cathay FHC Gelar Forum “Climate Finance” Terbesar di Asia, Cetak Rekor Jumlah Peserta, Perkuat Momentum Menuju Transisi Berkelanjutan

Kamis, 9 Juli 2026 - 01:13 WIB

Hisense Hadirkan Pengalaman Menonton FIFA World Cup 2026™ yang Lebih Seru dan Imersif dari Rumah

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:25 WIB

Dialog Tiongkok-Meksiko Bahas Peran Transportasi Rel dalam Pembangunan Kota dan Kerja sama Kebudayaan yang Berkelanjutan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:05 WIB

EACON Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Percepat Pertumbuhan Sektor Tambang Otonom di Pasar Global

Berita Terbaru