Menteri Nadiem Makarim dan 400 Tim Satgassusnya Berpotensi Masuk Penjara

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 30 September 2022 - 03:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Riset dan Teknologi RI Nadiem Makarim. (Dok. Setkab.go.id)

Menteri Pendidikan Riset dan Teknologi RI Nadiem Makarim. (Dok. Setkab.go.id)

HALLO UPDATE – Polemik Menteri Pendidikan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim terkait 400 orang shadow team yang disampaikan pada event di PBB terus berlanjut.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Bukan tanpa sebab karena 400 orang yang menurut Nadiem tim bayangan ini selama ini sama sekali tidak pernah disampaikan di dalam negeri.

Dunia pendidikan di tanah air pun ramai atas pernyataan Nadiem tersebut.

Karena memang selama ini 400 orang tim yang disampaikan Nadiem dalam forum internasional tersebut sama sekali tidak diketahui oleh publik di Indonesia.

Bahkan anggota DPR sendiri tidak tahu terkait 400 orang tim bayangan tersebut.

Sehingga hal tersebut adalah hal yanh sangat janggal sekali dan berpotensi ada hal yang dilanggar.

Dengan adanya 400 orang yang bukan bagian dari internal Kemendiknas itu sendiri muncul banyak pertanyaan dan kecurigaan. Apakah Menteri Nadiem tidak percaya dengan internal Kemendiknas.

Belum lagi yang kemudian dipertanyakan oleh banyak pihak termasuk DPR adalah siapa 400 orang ini, bagaimana mereka direkrut.

Apa tupoksi mereka dan darimana anggaran mereka ini karena Departemen Pendidikan ini mengelola 20% APBN dana yang luar biasa besar sekali.

Banyak kecurigaan yang muncul 400 orang ini adalah tak ubahnya SatGassus Merah Putih dalam institusi kepolisian.

Nadiem harus menjelaskan permasalahan 400 orang ini secara jelas dan gamblang karena Kementerian bukanlah seperti perusahaan Gojek yang didirikan Nadiem.

Anggaran Kementerian berasal dari APBN yang berasal dari rakyat yang setiap rupiahnya harus dipertanggungjawabkan kepada negara.

2

Kebijakan pendidikan merupakan national interest Indonesia yang tidak boleh diintip oleh pihak-pihak eksternal apalagi berasal dari luar negeri.

Adalah hal yang amat memilukan jika dalam kondisi dunia pendidikan Indonesia yang masih banyak permasalahan dari kecilnya gaji guru juga seringkali telat, fasilitas pendidikan yang masih jauh dari harapan.

Tiba tiba di pusat menteri nya menghambur hamburkan dana pendidikan untuk membiayai 400 orang yang tidak jelas tugasnya dan juga membiayai aktivitas program mereka yang bahkan DPR sendiri tidak tahu keberadaan mereka.

Hal ini harus segera diinvestigasi baik oleh KPK dan lembaga hukum terkait. Karena hal ini sangat rawan sekali terjadi pelanggaran dan penyalah gunaan wewenang.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Menteri Nadiem berikut 400 orang tim bayangan nya tersebut sangat berpotensi untuk masuk penjara

Karena akan muncul konflik kepentingan dalam pengelolaan kebijakan pendidikan di Indonesia apalagi dana kemendikbud mengelola 20 persen belanja APBN nasional kita.

Oleh: Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Hallo Media Network, semoga bermanfaat

Berita Terkait

Soal Pemotongan Anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis, Airlangga Hartarto Tanggapi Menko Muhadjir
Inilah Pengakuan Pegi Setiawan Saat Penyidikan Kasus Vina Cirebon, Usai Dinyatakan Bebas
Lulusan Politeknik Negeri Indramayu Siap Hadapi Persaingan Global
Ini Daftar Lengkap Pengurus hingga Tahun 2025 DPP DPIP, Megawati Lantik Ganjar dan Ahok Sebagai Pengurus
Ungkap Doa dan Dukungan Presiden Jokowi, Prabowo Subianto Sukses Operasi Cidera Kaki
Prabowo Subianto Berhasil Operasi Cidera Kaki, Ucapkan Terima Kasih ke Tim Tenaga Medis
Peretas PDNS Tak Libatkan Negara, Menkominfo Budi Arie Setiadi: Perorangan dengan Motif Ekonomi
Ditawari Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Ini Alasan Keluarga Tanri Abeng Pilih Makam Keluarga
Berita ini 1 kali dibaca
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 22 Juli 2024 - 08:20 WIB

Soal Pemotongan Anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis, Airlangga Hartarto Tanggapi Menko Muhadjir

Selasa, 9 Juli 2024 - 18:58 WIB

Inilah Pengakuan Pegi Setiawan Saat Penyidikan Kasus Vina Cirebon, Usai Dinyatakan Bebas

Selasa, 9 Juli 2024 - 16:46 WIB

Lulusan Politeknik Negeri Indramayu Siap Hadapi Persaingan Global

Jumat, 5 Juli 2024 - 20:12 WIB

Ini Daftar Lengkap Pengurus hingga Tahun 2025 DPP DPIP, Megawati Lantik Ganjar dan Ahok Sebagai Pengurus

Senin, 1 Juli 2024 - 14:43 WIB

Ungkap Doa dan Dukungan Presiden Jokowi, Prabowo Subianto Sukses Operasi Cidera Kaki

Senin, 1 Juli 2024 - 14:31 WIB

Prabowo Subianto Berhasil Operasi Cidera Kaki, Ucapkan Terima Kasih ke Tim Tenaga Medis

Sabtu, 29 Juni 2024 - 14:44 WIB

Peretas PDNS Tak Libatkan Negara, Menkominfo Budi Arie Setiadi: Perorangan dengan Motif Ekonomi

Senin, 24 Juni 2024 - 09:34 WIB

Ditawari Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Ini Alasan Keluarga Tanri Abeng Pilih Makam Keluarga

Berita Terbaru