Soal Isu Kader PDIP akan Ikut Langkah Mahfud MD Mundur dari Kabinet Indonesia Maju, Ini Jawabab PDIP

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 1 Februari 2024 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. (Instagram.com/@sekjenpdiperjuangan)

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. (Instagram.com/@sekjenpdiperjuangan)

HALLOUPDATE.COM – Meskipun tidak tegas, PDI Perjuangan (PDIP) menjawab pertanyaan media seputar isu kader PDIP yang akan Ikut langkah Mahfud MD mundur dari Kabinet Indonesia Maju

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya tak ingin terburu-buru meminta kader PDIP mundur.

Terutama ke kader PDIP yang masih menjabat menteri di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) .

“Dari terkait juga dengan ini semua, kita cermati dinamika politik yang ada,” kata Hasto.

Hasto menjelaskan di acara konferensi pers di DPP PDIP Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Januari 2024.

Hasto menjawab soal apakah para menteri PDIP akan ikut mengundurkan diri setelah calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD mengundurkan diri.

Baca artikel lainnya di sini : Diisukan Sakit Padahal Enerjik di Tengah-tengah Rakyat, Lagi-lagi Prabowo Subianto Jadi Korban Hoaks, Diisukan Sakit

Mahfud MD menyatakan mundur sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).

Mahfud merupakan calon presiden yang didukung PDI-P dan tiga partai lainnya pada Pilpres 2024.

Lihat juga konten video, di sini: Jokowi dan Prabowo Santap Bakso Pak Sholeh Bandongan di Kios Kaki Lima Magelang, Jawa Tengah

Lebih lanjut, Hasto mencontohkan perlakuan yang dialami oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini di pemerintahan.

Soal tak ikut dilibatkan dalam pembagian bantuan sosial (bansos) belakangan ini.

2

Tak hanya itu, Risma yang merupakan kader PDI Perjuangan memang diprioritaskan untuk melindungi masyarakat miskin agar mendapat bantuan hidup.

“Karena Bu Risma sejak menjadi wali kota adalah sosok pemimpin yang jujur, Beliau melindungi data-data orang miskin.”

“Kalau mau bagi bansos, ini data orang miskin, membagi raskin, ini data orang miskin,” beber Hasto.

Menurut Hasto, berbeda dengan kondisi saat ini, bansos justru disalurkan ke beberapa daerah yang sangat terkait dengan politisasi.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

“Orang miskin bukan hanya di Jawa Tengah, Jogja, Jawa Timur, Lampung. Tapi ada di seluruh Indonesia,” ungkap Hasto.

Dari situ, Hasto menyebut bahwa ada data-data penerima bansos milik Kementerian Sosial (Kemensos) yang tidak digunakan dalam pembagian bansos beberapa waktu terakhir.

Oleh karena itu, menurut Hasto para menteri PDIP juga harus mempertimbangkan matang-matang apakah akan mengambil langkah seperti Mahfud MD.

“Pertimbangan yang mendalam seperti Prof Mahfud MD itu pertimbangan yang sangat mendalam,” ucapnya.

“Bahkan, Beliau juga memohon petunjuk dari Tuhan yang Maha Kuasa, Allah SWT dan akhirnya itulah sikapnya,” tuturnya.*

Artikel di atas juga sudah dìterbitkan di portal berita nasional Ekspres.news

Sempatkan juga untuk membaca artikel menarik lainnya, di portal berita Topiktop.com dan Bisnisnews.com

Berita Terkait

Ketua DPD Gerindra Jateng Sudaryono Didorong Maju dalam Pemilihan Gubernur, Sukses di Kandang Banteng
Indikator Politik Ungkap Alasan Prabowo – Gibran Unggul Telak di Pilpres 2024, Salah Satunya Pemilih Muda
Prabowo – Gibran Unggul Telak di Pemilihan Presiden 2024, Indikator Politik Indonesia Ungkap Penyebabnya
Ketua Umum Partai Sosial Demokrat Serukan Pemilu Damai, Minta Masyarakat Waspada Provokasi
Prabowo Sebut Sekali Senior Tetap Senior Saat Sowan dan Terima Kasih ke SBY, Usai Unggul Pilpres
Jasasiaranpers.com Mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Pasangan Prabowo – Gibran di Pemilu 2024
Prabowo Subianto Pidato Usai Unggul dalam Berbagai Quick Count: Tak Boleh Sombong, Tak Boleh Jumawa
Prabowo Subianto di Podcast Deddy Corbuzier Sebut Dendam Hanya Membuang Energi yang Tidak Perlu
Berita ini 21 kali dibaca
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 27 Februari 2024 - 15:55 WIB

Ketua DPD Gerindra Jateng Sudaryono Didorong Maju dalam Pemilihan Gubernur, Sukses di Kandang Banteng

Sabtu, 24 Februari 2024 - 15:58 WIB

Indikator Politik Ungkap Alasan Prabowo – Gibran Unggul Telak di Pilpres 2024, Salah Satunya Pemilih Muda

Jumat, 23 Februari 2024 - 17:46 WIB

Prabowo – Gibran Unggul Telak di Pemilihan Presiden 2024, Indikator Politik Indonesia Ungkap Penyebabnya

Senin, 19 Februari 2024 - 09:08 WIB

Ketua Umum Partai Sosial Demokrat Serukan Pemilu Damai, Minta Masyarakat Waspada Provokasi

Minggu, 18 Februari 2024 - 16:34 WIB

Prabowo Sebut Sekali Senior Tetap Senior Saat Sowan dan Terima Kasih ke SBY, Usai Unggul Pilpres

Kamis, 15 Februari 2024 - 15:31 WIB

Jasasiaranpers.com Mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Pasangan Prabowo – Gibran di Pemilu 2024

Kamis, 15 Februari 2024 - 09:02 WIB

Prabowo Subianto Pidato Usai Unggul dalam Berbagai Quick Count: Tak Boleh Sombong, Tak Boleh Jumawa

Rabu, 14 Februari 2024 - 15:54 WIB

Prabowo Subianto di Podcast Deddy Corbuzier Sebut Dendam Hanya Membuang Energi yang Tidak Perlu

Berita Terbaru